When I look into your eyes
GD
It's like watching the night sky
GD
Or a beautiful sunrise
A
There's so much they hold
GD
And just like them old stars
GD
I see that you've come so far
GD
To be right where you are
A
How old is your soul?
GD
I won't give up on us
BmA
Even if the skies get rough
GD
I'm giving you all my love
A
I'm still looking up
GD
And when you're needing your space
GD
To do some navigating
GD
I'll be here patiently waiting
A
To see what you find
GD
'Cause even the stars they burn
BmA
Some even fall to the earth
GD
We've got a lot to learn
A
God knows we're worth it
G
No, I won't give up
GGG
I don't wanna be someone who walks away so easily
GA
I'm here to stay and make the difference that I can make
GGG
Our differences they do a lot to teach us how to use
GA
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
CC
And in the end, you're still my friend at least we did intend
C
For us to work we didn't break, we didn't burn
AAA
We had to learn how to bend without the world caving in
CCC
I had to learn what I've got, and what I'm not
A
And who I am
Then Chorus 3x
Penulis: Raditya Dika diterbitkan dalam bentuk e-book yang bisa diunduh gratis disini Raditya Dika pertama kali dikenal sebagai penulis novel. Novel yang ia tulis selalu menjadi incaran netizen, beberapa diantaranya yaitu Cinta Brontosaurus, Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu dll. Selain itu, novel-novelnya juga diadaptasi menjadi film layar lebar dan menyita perhatian masyarakat. Karena kesuksesannya dalam bidang menulis kreatif, banyak acara-acara yang mengundangnya menjadi pembicara dan disanalah Raditya Dika mendapat pertanyaan yang sama berulang-ulang yaitu Bagaimana sih caranya menulis kreatif? oleh karena itu, melalui bukunya yang berjudul "Rahasia Menulis Kreatif" Raditya Dika membeberkan rahasianya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Raditya Dika dalam buku ini mengajak para calon penulis handal untuk melihat bagaimana dia menerapkan teknis-teknis menulis. Raditya Dika membagi langkah-langkah menulis dalam tiga bagian, yaitu: 1. Persiapan menulis...
yang dulu, selalu berdekatan dengan kamu dan rindu. kini, ternyata pun masih sama. masih rindu tubuhku rela disetubuhi rindu. memang, kamu dan aku kini sudah menjadi abu. kamu membakar semuanya. tunggu, aku lupa. entah kamu, aku, atau mungkin kita memang lupa memadamkan api. tidak penting. lupakan saja. toh, kini kita sudah menjadi abu. toh, kini kamu pun sudah.... ah, sial! aku lupa apa yang ingin ku katakan tiba-tiba aku melihat bola matamu. sorot matamu selalu ada sejauh manapun mataku memandang. tapi, ada pula sorot mata yang lain, menghalangi pandanganku. ah, ya sudah. tidak apa-apa. kini aku dan kamu sudah menjadi abu. K
Aku bawakan mayatku tapi kau bilang HANYA. Kubawakan cintaku tapi kau bilang MASIH. Kubawakan arwahku tapi kau bilang HANYA. Tanpa apaa laagi Aku harus datang padamu. Kalau dengan keutuhan raga-jiwa pun Ku tak bisa menjumpaimu. Dengan air mata maana lagi Ku harus mengetuk pintu Hatimu. Jadilah pecinta yang QUDUS. Tak memandang siapa Ayahmu, Keturunan siapakah Kamu, Paras cantik-tampanmu, Apa pekerjaanmu, Apa tungganganmu, Lulusan manakah Kamu, Dan sebagainya, dan sebagainya. CINTA tak Ada Karena-Karena. CINTA tak butuh pengorbanan. [Anti thesa Paradigmatik Kalkulasi Cinta]. cc: Disini loh disini
Komentar
Posting Komentar