Aku bawakan mayatku tapi kau bilang HANYA. Kubawakan cintaku tapi kau bilang MASIH. Kubawakan arwahku tapi kau bilang HANYA. Tanpa apaa laagi Aku harus datang padamu. Kalau dengan keutuhan raga-jiwa pun Ku tak bisa menjumpaimu. Dengan air mata maana lagi Ku harus mengetuk pintu Hatimu. Jadilah pecinta yang QUDUS. Tak memandang siapa Ayahmu, Keturunan siapakah Kamu, Paras cantik-tampanmu, Apa pekerjaanmu, Apa tungganganmu, Lulusan manakah Kamu, Dan sebagainya, dan sebagainya. CINTA tak Ada Karena-Karena. CINTA tak butuh pengorbanan. [Anti thesa Paradigmatik Kalkulasi Cinta]. cc: Disini loh disini
Mencontek, satu kata yang sederhana dan mungkin akrab dengan anak2 sekolah. apa yang kalian pikirkan pertama kali jika mendengar kata itu? Mungkin awalnya bagi aku dan mungkin bagi kalian semua kata2 itu adalah kata2 yg wajar kita lakukan ketika pada saat ulangan,atau entahlah.. Tapi.. jika ketawan mencontek? apa yang pertama kali ada di pikiran kalian? mengelak,diem aja,nangis? mungkin kalian akan mengelak pada umumnya. Sejak kejadian itu,aku merasa jadi orang bodoh-_- dan tidak punya malu rasanya ke sekolah seperti melewati gerbang neraka, apalagi kalau bertemu guru yang bersangkutan. Awalnya aku gatau alasan untuk mencontek. Ketika di tegur guru.. awalnya aku santai,tapi lama lama ada air yang netes dari mata ini ketika guru itu bilang.. "yang penting bukan nilai,tapi kejujuran. kalo nilai kamu bagus tapi tidak jujur, dan suatu saat kamu ketawa nyontek, guru2 ga akan percaya lagi sama kamu,dan akan ngasih sembarang nilai" "terus kalo misalnya aku benera...
Pernah denger ketika orang ngomong "ya kalo cinta kan nggak liat muka" "muka mah nomer dua yang penting hati" Ketika denger itu hati sama otak gue perang dingin. Otak gue bilang munafik tuh orang yang bilang kayak gitu, kenapa? bohong banget kalo nggak liat muka. Pertama kali ketemu, pertama kali kenal apa sih yang diliat? Mukanya kan? Masa iya lo mau lihat hatinya dulu? Enggak kan gals, pasti muka jadi alasan utama. Muka juga mencerminkan sikap, ya walaupun ngga tentu. Dan ketika denger pernyataan yang kedua hati gue bicara, percuma juga mukanya oke tapi hatinya busuk. emang sih muka yang pertama kali diliat. Tapi kita nggak boleh nge judge orang dari mukanya aja kan? Kita perlu ngobrol dan pendekatan biar tau isi hatinya sama sikapnya gimana. Logika gue ga mau ngalah, iya berarti tetep aja kan pertama kali yang diliat mukanya dulu. Lo ketemu sama orang juga pasti yang dikomentarin muka dulu kan. Tapi, emang logika udah kalah kalau debat soal cinta, pasti hati ...
Komentar
Posting Komentar